Bawaslu Kabupaten Waropen. hadiri pada Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Kehumasan Tahun 2023


NEWS – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Waropen. hadiri pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Anugerah Kehumasan Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia pada tanggal 21 s/d 23 November 2023 bertempat di hotel Grand Paragon, Jakarta.

Terdapat tiga agenda dalam Rakornas tersebut yaitu arah kehumasan Bawaslu, peluncuran maskot, dan penghargaan kehumasan tahun 2023.

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty meminta peran hubungan masyarakat (humas) tampil ke depan dalam menyampaikan informasi secara edukatif dan transformatif. Menurutnya kerja humas bukan hanya cepat, melainkan butuh ketepatan dalam memberikan informasi.

“Peran humas sedang diuji, dipertaruhkan untuk dapat tampil di depan menjadi teras penjaga keadilan pemilu. Memastikan humas bukan sekadar tukang foto, tukang posting, dan memastikan humas bukan hanya orang yang ada di belakang,” jelasnya.

Dia menegaskan, dalam 83 hari menuju hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024, jajaran pengawas pemilu perlu bekerja keras. “83 hari ini ibarat mengencangkan ikat pinggang untuk memastikan kerja-kerja kita tak ada yang tercecer (tertinggal),” katanya.

Srikandi pengawasan pemilu itu pun meminta humas Bawaslu menyebarluaskan seluruh informasi secara edukatif dan transformatif kepada masyarakat luas. ‘Publik perlu diberikan edukasi karena tidak semua yang viral itu benar. Tetapi, kerja Bawaslu tidak boleh asal cepat. Harus bisa cepat dan sekaligus tepat,” imbuh dia.

Dirinya mencontohkan saat ini banyak viral banyak di akun medsos (media sosial) khususnya dalam dugaan pelanggaran pemilu. “Mulai dari suara di akun adanya dugaan-dugaan yang kemudian menjadi viral, maka humas jangan ragu menyampaikan ke publik. Kita sedang diuji dengan citra sebagai wasit pemilu yang dipertanyakan integritasnya. Kita sedang diuji dengan keberanian ada atau tidak di Bawaslu. Ini yang perlu diperhatikan,” imbuh dia.

Bawaslu meluncurkan maskot baru bermama Wasra dan Wasri. Maskot ini dikenalkan kepada publik sebagai hasil kreatif terbaik dari sayembara Maskot Bawaslu yang diadakan sejak 23 Oktober.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyampaikan maskot dalam bentuk burung hantu ini memiliki makna yang mendalam dalam pengawasan. Dia melihat burung hantu dapat mencari dan menangkap dalam kegelapan sehingga pengawas diharapkan dapat cepat menangkap potensi pelanggaran yang ada.

“Burung hantu itu juga simbol pelajaran, simbol investigasi itu tugas teman-teman pengawas pemilu. Jadilah burung hantu yang menangkap sinyal-sinyal dalam kegelapan,” kata dia saat peluncuran Maskot Bawaslu.

 

Penulis dan Editor : MAHENDRA

Berita Terkait

Top